• Renstra SCN-CREST, Juni 2016
    Renstra SCN-CREST, Juni 2016
  • Rapat Koordinasi JRMK (Jaringan Rakyat Miskin Kota) Jakarta
    Rapat Koordinasi JRMK (Jaringan Rakyat Miskin Kota) Jakarta

    November, 2015

  • Penguatan Pekerja Rumahan dan Organisasi Pekerja Rumahan untuk Advokasi Kerja Layak
    Penguatan Pekerja Rumahan dan Organisasi Pekerja Rumahan untuk Advokasi Kerja Layak
  • Seminar Hasil Penelitian SCN CREST - UNRISD
    Seminar Hasil Penelitian SCN CREST - UNRISD
  • Lokalatih Pengintegrasian Perspektif Gender dalam Kelembagaan dan Program
    Lokalatih Pengintegrasian Perspektif Gender dalam Kelembagaan dan Program

Search SCN-CREST Publication

Sunday, 09 February 2014 19:27

Perempuan dan Majelis Taklim: Membicarakan Isu Privat melalui Ruang Publik Agama

Perempuan dan Majelis Taklim: Membicarakan Isu Privat melalui Ruang Publik Agama

 

Majelis ta’lim dalam konteks spesifik di desa Mulyasari, Cianjur, malah menjadi ruang yang aman bagi perempuan untuk keluar dari rutinitas mereka di areal domestik.

 

Research Repport April 2010

 

Penulis: Dini Anitasari, Fatimah Hasan, Lely Nurohmah, Sri Wiyanti Eddyono

 

DAFTAR ISI

I. Pendahuluan

Pengakuan Majlis Ta’lim oleh Negara

Majlis Ta’lim Sebagai Mesin Politik Indonesia

Majlis Ta’lim dalam Konteks Budaya Salafi di Mulyasari

 

II. Majlis Ta’lim Al-Bidayah

 

III. Majlis Ta’lim sebagai Arena Publik Perempuan; Agama dan Institusi Agama sebagai

Media Pemberdayaan Perempuan

Majlis Ta’lim Tempat Mencari Ilmu bagi Perempuan

 

IV. Penelitian Aksi yang Membawa Perubahan: Majlis Ta’lim yang Memberdayakan

Perempuan

Kurikulum itu meliputi dua: Kurikulum Klasik dan Kurikulum Isu Aktual

 

V. Hasil dari Perubahan di Tingkat Majlis Ta’lim terhadap Perempuan

 

DAFTAR TABEL

Tabel. Perubahan Materi Pembelajaran di MT Al-Bidayah sebelum dan sesudah

berinteraksi dengan WEMC

 

VI. Kesimpulan

 

Dari proses penelitian yang terjadi, kami membuktikan bahwa ternyata ruang-ruang agama dapat digunakan dan didefinisikan ulang oleh dan untuk kepentingan perempuan. Majelis Ta’lim, meski rentan digunakan untuk kepentingan politik tertentu dan sebagai wilayah dimana internasilisasi peran gender tradisional terjadi, ternyata dapat dimanfaatkan sebaliknya untuk memberdayakan perempuan.

 

Majelis Ta’lim di Mulyasari sebelum program penelitian aksi WEMC masuk di sana telah bermanfaat bagi perempuan. Majelis Ta’lim telah menjadi ruang yang aman bagi perempuan untuk belajar ilmu keagamaan, sebuah elemen sangat penting bagi kehidupan perempuan. Namun, melalui program WEMC, Majelis Ta’lim tidak saja berguan untuk memperkuat ilmu agama, namun ilmu yang bermanfaat bagi kemaslahatan ummat, khususnya ummat perempuan.

 

Pengenalan perspektif Hak Perempuan dan Keadilan melalui Majelis Ta’lim telah menyadarkan perempuan untuk dapat mengubah posisi tawarnya dengan mereka yang memiliki ortoritas; laki-laki di rumah, di pemerintahan dan di tempat ibadah.Bahkan mereka telah dapat menyuarakan secara bersama persoalan yang selama ini dianggap sebagai persoalan privat menjadi persoalan umum yang harus mendapat perhatian dari berbagai pihak.

 

Download this file

Additional Info

  • Publication Type: Research Report
  • Topic: Gender analysis

Visitors Counter

00812608
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
177
95
649
186559
2419
3944
812608

Like SCN-CREST

Login