• Lokalatih Pengintegrasian Perspektif Gender dalam Kelembagaan dan Program
    Lokalatih Pengintegrasian Perspektif Gender dalam Kelembagaan dan Program
  • Rapat Koordinasi JRMK (Jaringan Rakyat Miskin Kota) Jakarta
    Rapat Koordinasi JRMK (Jaringan Rakyat Miskin Kota) Jakarta

    November, 2015

  • Penguatan Pekerja Rumahan dan Organisasi Pekerja Rumahan untuk Advokasi Kerja Layak
    Penguatan Pekerja Rumahan dan Organisasi Pekerja Rumahan untuk Advokasi Kerja Layak
  • Renstra SCN-CREST, Juni 2016
    Renstra SCN-CREST, Juni 2016
  • Seminar Hasil Penelitian SCN CREST - UNRISD
    Seminar Hasil Penelitian SCN CREST - UNRISD

Search SCN-CREST Publication

Sunday, 09 February 2014 17:07

Apakah elemen “Kuasa” masih relevan dalam “Pemberdayaan” Perempuan? Pandangan Aktivis Perempuan di Indonesia terhadap istilah “Pemberdayaan”

Apakah elemen “Kuasa” masih relevan dalam “Pemberdayaan” Perempuan? Pandangan Aktivis Perempuan di Indonesia terhadap istilah “Pemberdayaan”

 

Sri Wiyanti Eddyono

WEMC Indonesia “Lexicon Empowerment” April 2010

 

Pengantar

Tulisan ini memaparkan bahwa ada pemaknaan yang berbeda terhadap “empowerment” oleh para aktivis perempuan dimana pemaknaan tersebut tidak lepas dari konteks sosial dan politik yang berkembang. Terjadi proses adaptasi terhadap istilah ‘empowerment’ ke “pemberdayaan” dimana elemen “kuasa” dan “perubahan kuasa” menjadi kabur. Proses adaptasi ini didukung oleh konteks sosial dan politik termasuk di tingkat internasional. Adaptasi istilah “pemberdayaan” tidak lagi dipertanyakan dan diterima apa adanya. Tulisan ini belum sampai pada analisa dampak dari proses “penerimaan” tersebut terhadap implementasi program pemberdayaan yang dilakukan oleh aktivitas perempuan di Indonesia.

 

Dalam kerangka penelitian WEMC, definisi “empowerment” adalah suatu proses peningkatan kapasitas untuk membuat keputusan-keputusan otonom yang mentransformasikan hubungan kekuasaan yang tidak diinginkan. Sejalan dengan definisi umum ini, “women’s empowerment” menurut WEMC adalah peningkatan kemampuan untuk mempertanyakan, menentang, dan akhirnya mentrasformasikan hubungan-hubungan kekuasaan yang terjenderkan yang tidak diinginkan yang seringkali dilegitimasikan dengan mengatasnamakan budaya. Tulisan singkat ini disusun sebagai kontribusi penulis terhadap konsepsi pemberdayaan dalam berbagai konteks khususnya di empat Negara.

 

Download this file

Additional Info

  • Publication Type: Research Report
  • Topic: Gender analysis

Visitors Counter

00801716
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
95
141
489
175393
3302
3637
801716

Like SCN-CREST

Login