• Penguatan Pekerja Rumahan dan Organisasi Pekerja Rumahan untuk Advokasi Kerja Layak
    Penguatan Pekerja Rumahan dan Organisasi Pekerja Rumahan untuk Advokasi Kerja Layak
  • Rapat Koordinasi JRMK (Jaringan Rakyat Miskin Kota) Jakarta
    Rapat Koordinasi JRMK (Jaringan Rakyat Miskin Kota) Jakarta

    November, 2015

  • Seminar Hasil Penelitian SCN CREST - UNRISD
    Seminar Hasil Penelitian SCN CREST - UNRISD
  • Lokalatih Pengintegrasian Perspektif Gender dalam Kelembagaan dan Program
    Lokalatih Pengintegrasian Perspektif Gender dalam Kelembagaan dan Program
  • Renstra SCN-CREST, Juni 2016
    Renstra SCN-CREST, Juni 2016

Gender Baseline Study: SimPPOK Gender

Gender Baseline Study: SimPPOK Gender

 

SCN-CREST mengembangkan instrument Gender Baseline Study dengan perangkat yang dinamakan Sistem Pemantauan Perkembangan Organisasi Dalam Kesadaran Gender yang selanjutnya disebut SimPPOK Gender.

Perangkat pemantauan ini dikembangkan secara partisipatif bersama dengan mitra SCN agar dapat mempunyai perangkat pemantauan perkembangan kesadaran gender yang sesuai dengan situasi lembaganya sendiri.

Perangkat ini digunakan SCN-CREST salah satunya pada tahun 2014-2015 bekerja sama dengan RFN (Rainforest Foundation Norway) untuk melihat proses perkembangan kesadaran gender di 11 mitra RFN yang terdiri dari: HuMa (Perkumpulan untuk Pembaharuan Hukum Berbasis Masyarakat dan Ekologis), Solidaritas Perempuan (SP), WARSI Jambi (Komunitas Konservasi Indonesia WARSI, Yayasan Merah Putih (YMP), Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Kalimantan Tengah, YMP Forum Kerjasama LSM Papua (Foker LSM Papua), Yayasan Lingkungan Hidup Indonesia (YALI), Yayasan PARADISEA (Yayasan Pengembangan Ekonomi Rakyat dan Konservasi Sumberdaya Alam, Silva Papua Lestari (SPL), Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM) dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

Perangkat tersebut dapat digunakan oleh lembaga untuk berefleksi diri untuk memperbaiki kinerja aspek dan komponen kelembagaannya yang masih lemah, tanpa harus bergantung pada pihak luar untuk memberitahunya. Ada 4 tingkat perkembangan kesadaran gender di kelembagaan yang disepakati selama proses pengembangan SimPPOK Gender dengan mitra RFN,  yaitu:

  1. Neutral Gender Concern (NGC)yakni ketika lembaga belum sadar akan adanya ketimpangan gender dan kalaupun sadar tidak peduli akan masalah gender dalam situasikelembagaan maupun programnya;
  2. Practical Gender Concern (PGC)yakni ketika lembaga sadar dan peduli akan masalah ketimpangan gender serta berupaya mengatasinya dengan pengaturan kelembagaan dan pengembangan program untuk memenuhi kebutuhan praktis perempuan;
  3. Strategic Gender Concern (SGC) yakni ketika lembaga sadar dan peduli akan masalah ketimpangan gender serta berupaya mengatasinya dengan mendorong perempuan terlibat dalam proses pengambilan keputusan baik dalam pengaturan kelembagaan maupun dalam pengembangan program dalam masyarakat di berbagai tingkatan;
  4. Transformative Gender Concern (TGC)yakni ketika lembaga sadar dan peduli akan masalah ketimpangan gender serta berupaya mengubah relasi gender yang timpang dengan mendorong perubahan tatanan, perilaku dan sikap para perempuan maupun laki-laki untuk mewujudkan tatanan dan budaya yang berkeadilan gender. 

Untuk memastikan upaya organisasi menuju Transformative Gender Concern (TGC) maka penting perangkat SimPPOK Gender terinstalasi di didalam seluruh system organisasi. Hal tersebut untuk mencapai beberapa hal antara lain SimPPOK Gender berjalan, melihat peningkatan kepedulian gender dalam setiap aspek dan komponen di dalamnya,  melihat kapasitas staf atau unsure lembaga lainnya dalam memahami dan menerapkan kesadaran gender, penguatan nilai - nilai penghormatan hak asasi manusia (khususnya perempuan) dalam  program/kegiatan dan lainnya. SCN CREST dalam memfaslitasi evaluasi SIMPPOK Gender, selalu menyarankan agar bisa melihat pertumbuhan organisasi dalam berkesadaran gender menyarakan agar organisasi melakukan evaluasi SIMPPOK Gender secara berkala minimal enam bulan sekali. Tentu saja hal tersebut bisa dilakukan oleh organisasi sendiri tanpa bantuan pihak luar untuk evaluasi SIMPPOK Gender.

 

Perangkat ini diadopsi oleh SCN dari konsep “Institutional Development Framework (IDF)” yang dikembangkan Mark Renzi yang aktif di Partners in Dynamic Management dan Management Systems International (MSI). MSI mengembangkankonsep IDF pada kali pertama untuk memfasilitasi proses perkembangan kelembagaan organisasi non pemerintah di Afrika, dari mulai berdirinya organisasi tersebut hingga terbentuk sistim berorganisasi. Mark Renzi menganalogikan proses perkembangan organisasi tersebut seperti proses kehidupan manusia dari janin berkembang menjadi anak lalu tumbuh menjadi seorang remaja baru kemudian menjadi manusia dewasa yang matang berpikir. Pendekatan ini jelas mengandaikan penerapan manajemen partisipatif; system manajemen yang transparan; orientasi pada kebutuhan konstituen; pendekatan sistemik dan bukan sesaat; serta otonomi organisasi. SCN CREST menganggap prinsip prinsip tersebut sejalan dengan proses perkembangan berkesadaran dengan menggunakan perspektif gender.

Visitors Counter

00805439
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
33
143
516
179441
2776
4249
805439

Like SCN-CREST

Login